FTS Selasa, 12 Maret 2013
Bola dan Wanita
Bola dan Wanita
Oleh: Rafidah Nur
Sang
Raja Siang begitu terik membakar kulit manusia yang nekat keluar dari
sarangnya. Bola mataku asyik dan berkonsentrasi sekali memperhatikan benda
bundar itu bergulir dari kaki satu ke kaki lain. Sesekali aku merebut dan hap!
GOOOLLL!!!
“Fida,
panas-panas begini sudah mainnya. Cewek kok main bola.”, teriak tetangga depan
rumah.
“Iya,
Tante. Nanggung nih. ”, aku masih saja sibuk dengan bola.
“Bu, emang salah ya, kalau anak perempuan main
bola?”, tanyaku ketika sampai rumah dan mengisi gelas dengan air dispenser.
“Nggak
salah kok. Tapi, biasanya perempuan itu feminim, mainnya boneka.”, kata ibu
yang sedang sibuk setrika.
“Sudah
tuh kemarin. satu jam aku nggak tahan, masak mainnya rumah-rumahan sama
masak-masak-an ayam plastik. Hoooaaah... ”, protesku dan mulai meneguk air. Ibu
tertawa.
“terserah
kamu lah!”
“HOREEE!!
Ibu baik deeh. Untung aku anaknya ibu...“, aku bersorak kegirangan dan menciumnya.
Ibu meringis.