Kenapa UI, ITB, dan UGM?
Sebelumnya saya hanya ingin mengulas tentang tiga universitas tertua di Indonesia ini. Tiga universitas tersebut mempunyai sejarah panjang dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, tiga universitas tersebut adalah pencetak pemimpin-pemimpin bangsa ini. Dan yang patut diketahui, sejarah pembangunan tiga universitas ini adalah saling menyambung, begitu juga dalam kontribusi ketiga universitas tersebut dalam pembangunan bangsa Indonesia. Alumni ketiga universitas tersebut telah menjadi pemimpin dan pembangunan pilar-pilar kemakmuran bangsa Indonesia. Sebut saja Sri Mulyani Indrawati (Mantan Menteri Keuangan dan Managing Director World Bank dari UI), Hatta Rajasa (Menko Perekonomian dari ITB), dan Boediono (Wakil Presiden dari UGM). Bukan itu saja, civitas academica dari ketiga universitas tersebut telah menyumbangkan banyak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Indonesia.
Mari kita bahasa secara singkat dari tiap universitas di atas. Universitas Indonesia, atau biasa disingkat menjadi UI, merupakan universitas tertua di Indonesia. Bermula dari Sekolah Dokter Jawa pada tahun 1849, peran UI paling jelas pada perjuangan kemerdekaan adalah dibentuknya Boedi Oetomo. Boedi Oetomo adalah perkumpulan mahasiswa kedokteran STOVIA (Cikal bakal FK UI) yang tanggal berdirinya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sejarah panjang UI dalam dunia politik zaman perjuangan kemerdekaan membuat UI diresmikan menjadi cikal bakal universitas lain di Indonesia, sebut saja ITB, IPB, UPI, UNAIR, UNJ, dan UNHAS. UI telah menjadi sebuah role model universitas terbaik di Indonesia dengan bisa melihat berbagai penilaian dan pemeringkatan oleh berbagai instansi asing dunia. Alumni UI telah merambah berbagai sektor publik, teknologi, sains, budaya, sosial, dan berbagai bidang dalam tatanan masyarakat dunia. Motto UI adalah Veritas, Probitas, Iustitia. Lebih lanjut bisa klik http://www.ui.ac.id/
Selanjutnya kita bahas universitas teknologi tertua di Indonesia. Institut Teknologi Bandung, atau biasa dikenal dengan nama ITB. ITB adalah tempat Ir. Soekarno (Presiden pertama Indonesia) mengenyam pendidikan tinggi. ITB juga menyumbangkan salah satu teknolog terbaik di dunia dan Indonesia, Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie, Dipl.-Ing (Presiden ketiga Indonesia dan Ahli Konstruksi Pesawat). ITB memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dengan universitas lain, yaitu menerapkan Tingkat Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun untuk mahasiswa baru. ITB yang ketika berdiri tahun 1920 bernama Technische Hoogeschool te Bandung (THB) pernah berganti nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku. Pada zaman kemerdekaan ITB digabung dengan UI dan menjadi Fakultas Teknik UI dan Fakultas MIPA UI cabang Bandung. Dan akhirnya ITB dipisah dari UI pada saat tahun 1960-an. ITB menjadi cerminan pusat teknologi, sains, dan seni di Indonesia. Alumni ITB telah menjadi stakeholder bangsa ini, tidak hanya di bidang teknologi, tetapi pada bidang politik dan sosial. Motto ITB adalah In Harmonia Progressio. Lebih lanjut bisa klik http://www.itb.ac.id/
Terakhir adalah universitas yang terletak di tanah Ngayogyakarta Hadiningrat. Universitas Gadjah Mada atau biasa dikenal dengan nama UGM. UGM adalah universitas dengan program studi terlengkap di Indonesia. UGM mempunyai fakultas yang banyak dan terletak di kota Pelajar, Yogyakarta. Sejarah panjang UGM dimulai pada tahun 1949, di mana UGM menjadi universitas pertama yang berdiri secara resmi di bawah naungan pemerintah Indonesia setelah merdeka. UGM merupakan universitas tujuan berbagai mahasiswa seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Berbagai pengabdian masyarakat dan pengembangan masyarakat adalah ciri khas dari kampus Gadjah Mada ini. Universitas ini merupakan proyek besar Ir. Soekarno dalam memajukan peradaban Indonesia. Alumni UGM telah mewarnai berbagai jabatan politik, pemerintahan, teknologi, dan banyak bidang lain di negara Indonesia. Motto UGM adalah Membangun Peradaban Bangsa. Lebih lanjut bisa klik http://www.ugm.ac.id/
Sebelumnya saya hanya ingin mengulas tentang tiga universitas tertua di Indonesia ini. Tiga universitas tersebut mempunyai sejarah panjang dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, tiga universitas tersebut adalah pencetak pemimpin-pemimpin bangsa ini. Dan yang patut diketahui, sejarah pembangunan tiga universitas ini adalah saling menyambung, begitu juga dalam kontribusi ketiga universitas tersebut dalam pembangunan bangsa Indonesia. Alumni ketiga universitas tersebut telah menjadi pemimpin dan pembangunan pilar-pilar kemakmuran bangsa Indonesia. Sebut saja Sri Mulyani Indrawati (Mantan Menteri Keuangan dan Managing Director World Bank dari UI), Hatta Rajasa (Menko Perekonomian dari ITB), dan Boediono (Wakil Presiden dari UGM). Bukan itu saja, civitas academica dari ketiga universitas tersebut telah menyumbangkan banyak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Indonesia.
Mari kita bahasa secara singkat dari tiap universitas di atas. Universitas Indonesia, atau biasa disingkat menjadi UI, merupakan universitas tertua di Indonesia. Bermula dari Sekolah Dokter Jawa pada tahun 1849, peran UI paling jelas pada perjuangan kemerdekaan adalah dibentuknya Boedi Oetomo. Boedi Oetomo adalah perkumpulan mahasiswa kedokteran STOVIA (Cikal bakal FK UI) yang tanggal berdirinya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sejarah panjang UI dalam dunia politik zaman perjuangan kemerdekaan membuat UI diresmikan menjadi cikal bakal universitas lain di Indonesia, sebut saja ITB, IPB, UPI, UNAIR, UNJ, dan UNHAS. UI telah menjadi sebuah role model universitas terbaik di Indonesia dengan bisa melihat berbagai penilaian dan pemeringkatan oleh berbagai instansi asing dunia. Alumni UI telah merambah berbagai sektor publik, teknologi, sains, budaya, sosial, dan berbagai bidang dalam tatanan masyarakat dunia. Motto UI adalah Veritas, Probitas, Iustitia. Lebih lanjut bisa klik http://www.ui.ac.id/
Selanjutnya kita bahas universitas teknologi tertua di Indonesia. Institut Teknologi Bandung, atau biasa dikenal dengan nama ITB. ITB adalah tempat Ir. Soekarno (Presiden pertama Indonesia) mengenyam pendidikan tinggi. ITB juga menyumbangkan salah satu teknolog terbaik di dunia dan Indonesia, Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie, Dipl.-Ing (Presiden ketiga Indonesia dan Ahli Konstruksi Pesawat). ITB memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dengan universitas lain, yaitu menerapkan Tingkat Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun untuk mahasiswa baru. ITB yang ketika berdiri tahun 1920 bernama Technische Hoogeschool te Bandung (THB) pernah berganti nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku. Pada zaman kemerdekaan ITB digabung dengan UI dan menjadi Fakultas Teknik UI dan Fakultas MIPA UI cabang Bandung. Dan akhirnya ITB dipisah dari UI pada saat tahun 1960-an. ITB menjadi cerminan pusat teknologi, sains, dan seni di Indonesia. Alumni ITB telah menjadi stakeholder bangsa ini, tidak hanya di bidang teknologi, tetapi pada bidang politik dan sosial. Motto ITB adalah In Harmonia Progressio. Lebih lanjut bisa klik http://www.itb.ac.id/
Terakhir adalah universitas yang terletak di tanah Ngayogyakarta Hadiningrat. Universitas Gadjah Mada atau biasa dikenal dengan nama UGM. UGM adalah universitas dengan program studi terlengkap di Indonesia. UGM mempunyai fakultas yang banyak dan terletak di kota Pelajar, Yogyakarta. Sejarah panjang UGM dimulai pada tahun 1949, di mana UGM menjadi universitas pertama yang berdiri secara resmi di bawah naungan pemerintah Indonesia setelah merdeka. UGM merupakan universitas tujuan berbagai mahasiswa seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Berbagai pengabdian masyarakat dan pengembangan masyarakat adalah ciri khas dari kampus Gadjah Mada ini. Universitas ini merupakan proyek besar Ir. Soekarno dalam memajukan peradaban Indonesia. Alumni UGM telah mewarnai berbagai jabatan politik, pemerintahan, teknologi, dan banyak bidang lain di negara Indonesia. Motto UGM adalah Membangun Peradaban Bangsa. Lebih lanjut bisa klik http://www.ugm.ac.id/