BAB I:Manajemen dan Tugas Manajer
Organisasi
adalah sekelompok orang yang bekerja bersama dalam suatu cara yang terstruktur
dan terkoordinasi untuk mencapai serangkaian tujuan. Tujuan dibentuk
organisasi, di antaranya:
1. Laba
= Starbucks Corporation
2. Penemuan
pengetahuan (Lowa State University)
3. Pertahanan
nasional (US Army)
4. Koordinasi
dari badan amal local (United Way of America)
5. Kepuasan
social = suatu perkumpulan persaudaraan
Dari
berbagai tujuan tersebut, tiap-tiap organisasi bergerak sesuai bidang dan
tujuannya sehingga aspek kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan sebagainya
bisa terealisasi dengan baik.
A.
Pengantar Manajemen
-
Unsur-unsur organisasi meliputi 4 sumber
daya, yaitu manusia, finansial, fisik, dan informasi.
-
Manusia termasuk bakat
manajerial dan tenaga kerja. Finansial adalah modal yang digunakan oleh
organisasi untuk mendanai baik operasi yang berjalan ataupun jangka panjang. SD
Fisik meliputi bahan2 mentah, fasilitas kantor dan produksi, dan peralatan. SD
Informasi adalah data-data yang digunakan untuk membuat keputusan yang efektif.
Manajer combining 4 SD tersebut
Kesimpulan: manajemen
adalah suatu rangkaian aktivitas (termasuk perencanaan dan pengambilan
keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengadilan) yang diarahkan pada
sumber-sumber daya organisasi (manusia, financial, fisik, dan informasi) untuk
mencapai tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.
EFISIEN :
menggunakan sumber-sumber daya secara bijaksana dan dengan cara yang hemat
biaya.
EFEKTIF :
Membuat keputusan yang tepat dan mengimplementasikannya dengan sukses.
MANAJER :
Seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah melaksanakan proses manajemen.
B.
Proses Manajemen
a. Perencanaan
dan pengambilan keputusan
b. Pengorganisasian
c. Pengendalian
d. Kepemimpinan
C.
Jenis Manajer
1.
Mengelola
pada tingkat yang berbeda dalam organisasi
a. Manajer
puncak/ top manager
Kelompok kecil
eksekutif yang mengelola keseluruhan organisasi. Contoh: presiden, wakil
presiden, dan CEO. Tugas seorang manajer puncak adalah menciptakan tujuan
organisasi, strateginya, dan kebijakan yang akan dilakukan. Berbagai keputusan ditetapkan
oleh mereka untuk menciptakan konsep baru sampai merelakan waktu, pikiran, dan
tenaga mereka.
b. Manajer
menengah / middle manager
Kelompok manajer yang
bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan manajer puncak. Selain itu, mereka
bertugas mengevaluasi dan mengoordinasikan aktivitas yang dilakukan manajer
yang lebih rendah.
Umumnya, kelompok ini
meliputi kepala divisi, manajer operasional, dan manajer pabrik.
c. Manajer
lini pertama / first-line manager
Manajer operasional
dan manajer pabrik mempunyai karyawan. Tugas manajer ini mengawasi dan
mengoordinasikan aktivitas para karyawannya.
Jabatan yang
disandang di antaranya: penyelia, coordinator, dan manajer kantor
2.
Mengelola
pada bidang yang berbeda dalam organisasi
Terlepas dari
tingkatan mereka, manajer dapat bekerja pada
berbagai bidang dalam suatu organisasi. Pada suatu perusahaan tertentu,
sebagai contoh, bidang manajemen (areas
of management) dapat mencakup pemasaran, keuangan, operasional, sumber daya
manusia, administrasi dan bidang lainnya.
a. Manajer
pemasaran ~ Bekerja di bidang yang berhubungan dengan fungsi pemasaran. Berusaha mendapatkan konsumen dank lien
untuk membeli produk dan jasa organisasi.
b. Manajer
keuangan ~ Berurusan terutama dengan sumber daya keuangan suatu
organisasi. Mereka bertanggung jawab untuk aktifitas – aktifitas seperti
akutansi, manajemen kas, dan investasi.
c. Manajer
Operasional ~ Berurusan dengan penciptaan dan pengelolaan system yang
menciptakan produk dan jasa perusahaan. Tanggung jawab utama dari manajer
operasional termasuk pengendalian produksi, pengendalian persediaan, pengendalian
kualitas, tata letak pabrik, dan pemilihan lokasi.
d. Manajer
Sumber Daya Manusia ~ Bertanggung jawab untuk menerima dan mengembangkan
pegawai. Mereka biasanya menangani perencanaan sumber daya manusia, penerimaan
dan pemlihan karyawan, pelatihan dan pengembangan, perancangan system
kompensasi dan tunjangan, merumuskan system penilaian kinerja, dan dan
mengeluarkan pegawai yang tidak bekerja dengan baik atau pegawai yang
bermasalah.
e. Manajer
Administrasi ~ manajer umum tidak berkaitan dengan keterampilan manajemen
tertentu. Cenderung bersifat umum; mereka lebih akrab dengan semua bidang
manajemen dari pada berspesialisasi dalam satu bidang.
f. Jenis
manajer lainnya ~ Manajer penelitian dan pengembangan mengkoordinasikan
aktifitas –aktifitas para peneliti dan insinyur yang bekerja dalam suatu proyek
pengetahuan pada organisasi seperti Monsanto Company, NASA dan merek dan CO.
D. Peran dan
Keahlian manajerial dasar
Ø Peran Manajerial
Peran
– peran ini dapat dibagi dalam 3 katagori dasar : Interpersonal, pembawa
informasi (informational) dan pengambil keputusan (Decisional).
Pertama, peran interpersonal. Pada peran ini
terdapat 3 fungsi, yaitu kepala figur, pemimpin/leader, dan penghubung/liaisom
yang semuanya melibatkan hubungan dengan orang lain.
Kedua, peran pemberi informasi. Pada peran
ini terdapat 3 fungsi, yaitu pengawas/ monitor, penyebar/ disseminator, dan
juru bicara/ spokesperson yang semuanya melibatkan pemrosesan informasi.
Ketiga, peran pengambil keputusan. Setelah
informasi diterima, pengambil keputusan mempunyai 4 fungsi, yaitu sebagai
wirausahawan, penengah keributan, pengalokasi sumber, dan perunding dalam
mengambil keputusan.
Ø
Keahlian
Manajerial
Keahlian
manajemen yang paling utama adalah keahlian teknis, interpersonal, konseptual,
diagnostic, komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu.
a. Keahlian Teknis ~
keahlian teknis ( technical skills) adalah keahlian yang diperlukan untuk
menyelesaikan atau memahamijenis kerja tertentuyang dilaksanakan dalam suatu
organisasi. Keterampilan teknis sangat penting terutama untuk manajer
lini-pertama.
b. Keahlian
interpersonal ~ manajer menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi dengan
orang-orang baik didalam maupun diluar organisasi. Untuk alasan yang jelas,
kemudian manajer juga memerlukan keahlian ( interpersonal skills), kemampuan
untuk memahami, memotivasi, dan berkomunikasi dengan individu maupun
kelompok.
E. Sifat dan Pekerjaan Manajerial
1. Pengetahuan dan seni manajemen
Manajemen
yang efektif adalah manajemen yang berhasil mengakui pentingnya mengombinasikan
pengetahuan dan seni dari manajemen ketika mereka memperaktikkan pekerjaan
mereka.
Infotek
manajemen menjelaskan bagaimana perdagangan elektronik menjadi semakin penting
bagi manajer puncak untuk mengakui peran dari pengetahuan dan seni dalam
melakukan pekerjaan mereka.
Pengetahuan
manajemen : Banyak masalah manajemen dapat diselesaikan dengan cara
yang rasional, logis, objektif, dan sistematis. Manajer dapat mengumpulkan
data, fakta, serta informasi yang objektif. Mereka perlu mengambil pendekatan
berdasarkan pengetahuan untuk memecahkan masalah jika mereka berurusan dengan
masalah yang relatif rutin dan langsung.
Seni
manajemen : Memutuskan sebuah keputusan perlu dasar intuisi, insting, dan
pandangan pribadi selain menggunakan pengetahuan. Oleh karena itu, bisa saja
kata “fakta objektif” bergeser sedikit maknanya.
2. Menjadi seorang
manajer
Langkah
yang paling umum untuk menjadi seorang manajer sukses meliputi suatu kombinasi
dari pendidikan dan pengalaman.
Peran Pendidikan. Pendidikan sebagai
sumber keahlian manajemen membuat seseorang dapat mengikuti program studi yang
dikembangkan dengan baik dan menjadi familiar dengan penelitian dan pemikiran
manajemen saat ini. Contohnya: melalui program sarjana dan pendidikan lanjutan
untuk manajer lini pertama. Gelar MBA dan sarjana dibutuhkan oleh calon CEO di
Amerika sehingga mulai dibuka program akademik dengan jurusan manajemen.
Peran Pengalaman. Pendidikan manajemen
yang didapat menyediakan dasar yang solid bagi keahlian manajemen. Namun,
keahlian manajemen harus juga dipelajari melalui pengalaman karena calon
manajer pernah merasakan tantangan manajerial itu dari diri sendiri.
F. Lingkup Manajemen
Tentu saja kelompok manapun dengan dua atau lebih orang bekerja bersama untuk
mencapai suatu tujuan dan memiliki sumber daya manusia, fisik, finansial, atau
informasi memerlukan praktik manajemen.
1.
Mengelola
dalam Organisasi yang mencari laba
Perusahan
besar kebanyakan yang kita ketahui mengenai manajemen datang dari perusahaan
besar yang mencari laba karena keberadaan mereka bergantung pada efisiensi dan
efektifitas. Contoh perusahaan besar termasuk perusahaan industri,
seperti :
~
Usaha kecil dan menengah
~
Manajemen internasional
2.
Mengelola
Organisasi Nirlaba
Tujuan
yang tidak berwujud seperti pendidikan, pelayanan sosial, perlindungan publik
dan rekreasi sering merupakan tujuan utama dari organisasi nirlaba.
~
Organisasi Pemerintah : meliputi federal Trade Commission The Environmental
Protection Agency, The National Science Foundation, seluruh elemen dari
militer, departemen jalan raya, dan system penjara federal dan penjara Negara
bagian , organisasi pemerintahan tersebut didanai pajak dan para politisi serta
berbagai kelompok masyarakat sangat sensitif terhadap efisiensi dan efektivitas
organisasi – organisasi tersebut.
~
Organisasi Pendidikan : Sekolah negeri dan swasta, akademi dan universitas
didirikan dengan memanfaatkan penggunaan semua sumber daya yang efisien.
~
Fasilitas Kesehatan : mengelola fasilitas kesehatan sperti klinik, rumah sakit,
dan HMOs (health maintance organizations) sekarang di anggap sebagai bidang
manajemen yang terpisah.
~
Manajemen dalam organisasi nontradisonal : Manajemen yang baik juga diperlukan
dalam organisasi nontradisonal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Singkatnya seperti yang telah kita bahas di awal bab manajemen dan manajer
telah mempengaruhi kita semua.
IMPLIKASI MANAJEMEN
Manajemen dapat diterapkan disemua organisasi. Oleh karena itu, ketika seorang
manajer meninggalkan pekerjaannya dan pergi kepertemuan mingguan kelompok
gereja, pertemuan liga sepak bola anak-anak, atau melakukan pekerjaan social
dalam suatu kampanye politik, dia harus ingat bahwa banyak fungsi yang
digunakan di dalam suatu bisnis dan dapat juga digunakan didalam organisasi
lainnya. Dan sementara setiap organisasi memiliki visi dan tujuan yang unik,
manajemen yang efektif membantu setiap organisasi dengan cara yang lebih baik
untuk mencapai tujuan tersebut dan secara sukses merealisasikan misinya.