Senin, 06 Juli 2015

Gamang Budaya Sendiri, Kenali Gresik Lebih Dekat

Gamang.
Apa itu gamang?
Khawatir. Takut.
Mengapa khawatir?
Tak tahu.
Apa yang tidak kamu ketahui?
Budaya!
Aku tak tahu budayaku sendiri. Kesenian di sekitarku saja, aku tak mengetahuinya! apalagi budaya di daerah lain ya?
Terus apa yang kamu lakukan?
Simak saja kalau mau tau kotaku :)

            Kotaku yaitu Gresik. Gresik adalah salah satu kota di Jawa Timur, tempat kelahiranku, tempat aku bersekolah dan mempelajari segala hal. Tak pernah terpikir olehku akan lahir di sebuah kota ini, kota dengan banyak sebutan. Sebenarnya, orangtua bukan asli dari sini, jadinya pantes kan kalau aku tidak tahu? #alasan. Namun, entah kenapa, aku bangga lahir di sini. Kalau aku nggak lahir di sini, lain cerita lain takdir entar hhehe. Aku yakin kok, kalian juga bangga kan dengan kota kalian


            Buat informasi awal, Kabupaten Gresik terletak di sebelah barat laut Kota Surabaya (Ibu kota Provinsi Jawa Timur). Kabupaten Gresik berada 20 km sebelah utara Kota Surabaya, dengan luas wilayah 1.191,25 km2 yang terbagi dalam 18 Kecamatan dan terdiri dari 330 Desa dan 26 Kelurahan. Secara geografis, wilayah Kabupaten Gresik terletak antara 112° sampai 113° Bujur Timur dan 7° sampai 8° Lintang Selatan dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian 2 sampai 12 meter di atas permukaan air laut, kecuali Kecamatan Panceng yang mempunyai ketinggian 25 meter di atas permukaan air laut. Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, yaitu memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah dan Panceng serta Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang lokasinya berada di Pulaum Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa. (fakta dari Wikipedia)
            Di awal tadi, aku bilang kalau Gresik mempunyai banyak sebutan.

  1. Kota Santri
Kebayang, nggak? Anak-anak Gresik alim-alim kayak saya?
Itu sebenernya sebutan sewaktu masih kecil sih, semoga sekarang nggak berubah . Namun, kalau kalian mampir ke Gresik, suasana kotanya itu khas! Aku saja kadang-kadang nggak percaya kota ini suasanya agamis.
Mengapa?
Karena statusnya sebagai kota pesisir, Gresik menjadi pintu perdagangan sekaligus penyebaran agama Islam yang dibawakan oleh para pedagang Cina, Arab, Gujarat, Campa, dan lain-lain. Hari lahir Gresik adalah hari lahir salah satu sunan yang termasuk dalam WaliSongo, yaitu Sunan Giri (1487 M)dan memperingati hari lahirnya biasa kita sebut dengan HAUL SUNAN GIRI.

Selain itu, menilik Jalan Pahlawan Gresik, bisa kita temukan makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam dan sunan di sana. Menurut sejarah, Syekh bersama sang istri, Fatimah binti Maimun (yang makamnya berada di Leran, Manyar disebut “makam panjang”), menyebarkan agama Islam di Gresik pada abad 11 ketika perdagangan semakin luas.

Dengan adanya sunan itu, banyak acara keagamaan yang diadakan di sana untuk memperingati hari lahir beliau. Nah, sudah tau kan, teman-teman? Kota santri yo Gresik rek! Atau sebenarnya kota makam ya? -_-

 2. Kota Industri
Tak kenal Semen Gresik, Tak sayang Gresik

Slogan di atas mau nyindir kamu-kamu yang nggak tau Gresik. Alasannya tau kenapa? Semen Gresik itu merek semen yang cukup dikenal oleh masyarakat dalam ataupun luar kota. PT.Semen Gresik, Tbk adalah BUMN pertama yang go public dan diresmikan oleh Presiden RI pertama di Gresik juga.
Selain PT. Semen Gresik, di Gresik juga ada pabrik pupuk, yakni PT.Petrokimia Gresik. Slogan,”Pupuk, Ya Petro” ini cukup dikenal juga. Antara PT.Petrokimia Gresik dengan PT. Semen Gresik bisa ditempuh 15 menit tergantung kecepatan kendaraan :D
Selain dua pabrik, ada industri lain yang diwariskan oleh nenek moyang. Home industry songkok contohnya. Pengusaha muda ini berbisnis dari mulut ke mulut dan sepertinya itu cukup sukses karena songkok bisa menjadi buah tangan peziarah yang datang ke Gresik.
Selain perusahaan itu, masih ada perusahaan industry lain yang menjadikan Gresik menjadi sumpek hehe
3. Budaya beraneka ragam
Kecil-kecil cabe rawit. Kecil-kecil isinya banyak nih kota! :D

A.      Malam Selawe
Pas banget nih kalau pulang kampung. Pada hari ke-24 malam atau menjelang hari ke-25 bulan Ramadhan,biasanya banyak peziarah ke makam sunan Giri. Mereka juga iktikaf / berdiam diri di masjid dan memperbanyak amalan-amalan dan do'a. Di sepanjang jalan ke makam sunan Giri, selain barisan panjang peziarah, jalanan dipenuhi pedagang kaki lima. (bisa membeli makanan jika lapar)

B.   Rebo Wekasan
Sebuah acara unik  yang hanya ada di desa Suci kecamatan Manyar. Diadakan setiap hari rabo akhir dibulan jawa safar setiap tahunnya. Sejarahnya, pada masa sunan Giri di musim kemarau panjang pada hari tersebut telah ditemukan sumber mata air baru. Rebo wekasan adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan rahmat-Nya. Namun dalam perkembangannya sekarang, Rebo Wekasan lebih mirip perayaan Idul Fitri atau Idul Adha. Ada acara silaturahim antar kerabat atau tetangga. Banyak orang berjualan pakaian, makanan hingga mainan anak-anak. Selain warga kecamatan Manyar,masyarakat Gresik juga banyak yang berpartisipasi dalam acara ini.  
                      
 C. Pasar Bandeng
            Biasanya diadakan 2 hari menjelang malam ta'biran Idul Fitri. Untuk menyambut lebaran Idul Fitri, dipasar kota Gresik dijual ikan bandeng segar yang baru diambil dari tambak. Dari ukuran sedang hingga bandeng besar. Khusus bandeng besar diberikan tempat berupa panggung guna pelelangan. Bandeng besar satu ekor beratnya bisa mencapai 10 kg lebih. Dan karena dilelang, maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
D. Haul Ulama' -ulama' Besar
                        Dikota Gresik banyak sekali acara peringatan hari meninggalnya ulama-ulama besar. Haul ulama-ulama besar yang banyak didatangi warga antara lain haul Kyai Qomaruddin Bungah, dan haul Kanjeng Sepuh Sidayu. Dan masih banyak haul ulama-ulama lainnya.
E. Kemanten Sunan
                        Tradisi dimana seorang anak lelaki muslim yang telah memasuki akil/ baligh dan sudah selayaknya disunat akan diarak keliling kampung oleh masyarakat sekitar sebelum acara penyunatan dimulai.

   4. Kuliner Unik, Cetar, Membahana
A.      Otak-otak bandeng




Makanan satu ini khas dari Gresik. Bandengnya udah tanpa duri, pedes-pedes, bumbunya terasa pula. Top markotop!
Otak-otak bandeng maksudnya bukan otaknya bandeng loh, ya! Pokoknya dijamin enak. Paling terkenal itu “otak-otak bu muzanah”. Kalau ke Gresik, mampir deh ke tempatnya yang dominan warnanya hijau dan di sana tersedia juga bandeng asap dan olahan lainnya.
B.      Nasi Krawu
Terdiri dari daging suwir-suwir/ kecil dengan taburan serundeng kelapa plus sambal petis menambah cita rasa krawu yang manis, pedes, dan gurih.
Oleh sebab itu, makanan ini cocok digabungkan dengan nasi karena cocok antara karbohidrat dan lauk yang bergizi
C.      Pudak
Makanan ini terbuat dari bahan tepung beras, gula pasir/gula jawa dan santan kelapa yang dimasukkan kemasan yang disebut "Ope" yaitu pelepah daun pinang. Pudak juga ada yang berbahan sagu dan disebut Pudak Sagu. Pada perkembangannya, ragam pudak tidak terbatas 3 rasa macam saja seperti sebelumnya: pudak putih (gula pasir), pudak merah (gula jawa) dan pudak sagu. Oleh kreatifitas pembuat kue pudak untuk merebut pasar, maka ragam dan rasa pudak pun bertambah, diantaranya pudak pandan yang berwarna hijau dan harum karena campuran sari daun pandan. Di samping rasa yang khas, bentuk kemasan pudak tidak ada yang menyamai di antara jajanan manapun. (Wikipedia)


Kalau suka yang manis-manis, recommended yang ini daah!

Saya rasa itu dulu cerita tentang Gresik. Kalau mau dibawain, pm ya nanti diitung-itung lagi harga plus ongkirnya :D

                  Ramenya kota di kala onar
                  Hati-hati Pak RT datang
                  Memang Gresik tak semodern kota luar
                  Tunggu, Gresik aku kan datang
Comments


EmoticonEmoticon