Gamang.
Apa itu gamang?
Khawatir. Takut.
Mengapa khawatir?
Tak tahu.
Apa yang tidak kamu ketahui?
Budaya!
Aku tak tahu budayaku sendiri.
Kesenian di sekitarku saja, aku tak mengetahuinya! apalagi budaya di daerah
lain ya?
Terus apa yang kamu lakukan?
Simak saja kalau mau tau kotaku :)
Kotaku yaitu Gresik. Gresik
adalah salah satu kota di Jawa Timur, tempat kelahiranku, tempat aku bersekolah
dan mempelajari segala hal. Tak pernah terpikir olehku akan lahir di sebuah
kota ini, kota dengan banyak sebutan. Sebenarnya,
orangtua bukan asli dari sini, jadinya pantes kan kalau aku tidak tahu?
#alasan. Namun, entah kenapa, aku bangga lahir di sini. Kalau aku nggak lahir
di sini, lain cerita lain takdir entar hhehe. Aku yakin kok, kalian juga bangga
kan dengan kota kalian
Buat
informasi awal, Kabupaten Gresik terletak di sebelah barat
laut Kota Surabaya (Ibu kota Provinsi Jawa Timur). Kabupaten Gresik berada
20 km sebelah utara Kota Surabaya, dengan luas wilayah 1.191,25 km2 yang
terbagi dalam 18 Kecamatan dan terdiri dari 330 Desa dan 26 Kelurahan. Secara
geografis, wilayah Kabupaten Gresik terletak antara 112° sampai 113° Bujur
Timur dan 7° sampai 8° Lintang Selatan dan merupakan dataran rendah dengan
ketinggian 2 sampai 12 meter di atas permukaan air laut, kecuali Kecamatan
Panceng yang mempunyai ketinggian 25 meter di atas permukaan air laut. Sebagian
wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, yaitu memanjang mulai
dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah dan
Panceng serta Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang lokasinya berada di Pulaum Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa. (fakta dari Wikipedia)
Di awal tadi, aku bilang kalau
Gresik mempunyai banyak sebutan.
1. Kota Santri
Kebayang, nggak? Anak-anak Gresik alim-alim
kayak saya?
Itu sebenernya sebutan sewaktu masih kecil sih,
semoga sekarang nggak berubah . Namun, kalau kalian mampir ke Gresik, suasana
kotanya itu khas! Aku saja kadang-kadang nggak percaya kota ini suasanya
agamis.
Mengapa?
Karena statusnya sebagai kota pesisir, Gresik
menjadi pintu perdagangan sekaligus penyebaran agama Islam yang dibawakan oleh
para pedagang Cina, Arab, Gujarat, Campa, dan lain-lain. Hari lahir Gresik
adalah hari lahir salah satu sunan yang termasuk dalam WaliSongo, yaitu Sunan
Giri (1487 M)dan memperingati hari lahirnya biasa kita sebut dengan HAUL SUNAN
GIRI.
Selain itu, menilik Jalan Pahlawan Gresik, bisa
kita temukan makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam
dan sunan di sana. Menurut sejarah, Syekh bersama sang istri, Fatimah binti
Maimun (yang makamnya berada di Leran, Manyar disebut “makam panjang”),
menyebarkan agama Islam di Gresik pada abad 11 ketika perdagangan semakin luas.
Dengan adanya sunan itu, banyak acara keagamaan
yang diadakan di sana untuk memperingati hari lahir beliau. Nah, sudah tau kan,
teman-teman? Kota santri yo Gresik rek! Atau
sebenarnya kota makam ya? -_-
2. Kota
Industri
Tak kenal
Semen Gresik, Tak sayang Gresik
Slogan di
atas mau nyindir kamu-kamu yang nggak tau Gresik. Alasannya tau kenapa? Semen
Gresik itu merek semen yang cukup dikenal oleh masyarakat dalam ataupun luar
kota. PT.Semen Gresik, Tbk adalah BUMN pertama yang go public dan diresmikan oleh Presiden RI pertama di Gresik juga.
Selain PT.
Semen Gresik, di Gresik juga ada pabrik pupuk, yakni PT.Petrokimia Gresik.
Slogan,”Pupuk, Ya Petro” ini cukup dikenal juga. Antara PT.Petrokimia Gresik
dengan PT. Semen Gresik bisa ditempuh 15 menit tergantung kecepatan kendaraan
:D
Selain dua
pabrik, ada industri lain yang diwariskan oleh nenek moyang. Home industry songkok contohnya.
Pengusaha muda ini berbisnis dari mulut ke mulut dan sepertinya itu cukup
sukses karena songkok bisa menjadi buah tangan peziarah yang datang ke Gresik.
Selain
perusahaan itu, masih ada perusahaan industry lain yang menjadikan Gresik
menjadi sumpek hehe
3. Budaya
beraneka ragam
Kecil-kecil
cabe rawit. Kecil-kecil isinya banyak nih kota! :D
A. Malam
Selawe
Pas banget nih kalau pulang
kampung. Pada hari
ke-24 malam atau menjelang hari ke-25 bulan Ramadhan,biasanya
banyak peziarah ke makam sunan Giri. Mereka juga iktikaf / berdiam
diri di masjid dan memperbanyak amalan-amalan dan
do'a. Di sepanjang jalan ke makam sunan Giri, selain
barisan panjang peziarah, jalanan dipenuhi pedagang kaki lima. (bisa membeli makanan jika lapar)
B. Rebo Wekasan
Sebuah
acara unik yang hanya ada di
desa Suci kecamatan Manyar. Diadakan setiap hari rabo akhir dibulan jawa safar
setiap tahunnya. Sejarahnya, pada masa sunan Giri di musim
kemarau panjang pada hari tersebut telah ditemukan sumber mata air baru. Rebo
wekasan adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan
rahmat-Nya. Namun dalam perkembangannya sekarang, Rebo Wekasan lebih mirip
perayaan Idul Fitri atau Idul Adha. Ada acara silaturahim antar kerabat atau
tetangga. Banyak orang berjualan pakaian, makanan hingga mainan anak-anak.
Selain warga kecamatan Manyar,masyarakat Gresik juga banyak yang berpartisipasi
dalam acara
ini.
C. Pasar Bandeng
Biasanya diadakan 2 hari menjelang
malam ta'biran Idul Fitri. Untuk menyambut lebaran Idul Fitri, dipasar kota
Gresik dijual ikan bandeng segar yang baru diambil dari tambak. Dari ukuran
sedang hingga bandeng besar. Khusus bandeng besar diberikan tempat berupa
panggung guna pelelangan. Bandeng besar satu ekor beratnya bisa mencapai 10 kg
lebih. Dan karena dilelang, maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
D. Haul Ulama' -ulama' Besar
Dikota Gresik banyak sekali acara
peringatan hari meninggalnya ulama-ulama besar. Haul ulama-ulama besar yang
banyak didatangi warga antara lain haul Kyai Qomaruddin Bungah, dan haul
Kanjeng Sepuh Sidayu. Dan masih banyak haul ulama-ulama lainnya.
E. Kemanten Sunan
Tradisi dimana seorang anak lelaki
muslim yang telah memasuki akil/ baligh dan sudah selayaknya disunat akan
diarak keliling kampung oleh masyarakat sekitar sebelum acara penyunatan
dimulai.
4. Kuliner
Unik, Cetar, Membahana
A.
Otak-otak bandeng
Makanan satu ini khas dari Gresik. Bandengnya udah
tanpa duri, pedes-pedes, bumbunya terasa pula. Top markotop!
Otak-otak bandeng maksudnya bukan otaknya bandeng loh,
ya! Pokoknya dijamin enak. Paling terkenal itu “otak-otak bu muzanah”. Kalau ke
Gresik, mampir deh ke tempatnya yang dominan warnanya hijau dan di sana
tersedia juga bandeng asap dan olahan lainnya.
B.
Nasi Krawu
Terdiri dari daging suwir-suwir/ kecil dengan taburan
serundeng kelapa plus sambal petis menambah cita rasa krawu yang manis, pedes,
dan gurih.
Oleh sebab itu, makanan ini cocok digabungkan dengan
nasi karena cocok antara karbohidrat dan lauk yang bergizi
C.
Pudak
Makanan ini terbuat dari bahan
tepung beras, gula pasir/gula jawa dan santan kelapa
yang dimasukkan kemasan yang disebut "Ope" yaitu pelepah daun pinang. Pudak juga ada yang berbahan sagu dan
disebut Pudak Sagu. Pada perkembangannya, ragam pudak tidak terbatas 3 rasa
macam saja seperti sebelumnya: pudak putih (gula pasir), pudak merah (gula
jawa) dan pudak sagu. Oleh kreatifitas pembuat kue pudak untuk merebut pasar,
maka ragam dan rasa pudak pun bertambah, diantaranya pudak pandan yang berwarna
hijau dan harum karena campuran sari daun pandan. Di samping rasa yang khas,
bentuk kemasan pudak tidak ada yang menyamai di antara jajanan manapun. (Wikipedia)
Kalau suka yang manis-manis, recommended yang ini daah!
Saya rasa itu dulu cerita tentang Gresik. Kalau mau dibawain, pm ya nanti diitung-itung lagi harga plus ongkirnya :D
Ramenya kota di kala onar
Hati-hati Pak RT datang
Memang Gresik tak semodern kota
luar
Tunggu, Gresik aku kan datang






